Sebuah Pilihan Tentang Cara Berolahraga

on

Aku sempat berfikir bahwa tahun 2020 ini merupakan tahun yang sedikit menakutkan untuk beberapa orang dan mungkin bagi diriku sendiri, kalian pasti sudah mengerti apa yang membuat tahun ini begitu membingungkan, bukan hanya masalah pribadi tetapi kita dihadapkan berbagai banyak polemik yang terjadi di negara kita dan terlebih lagi expansi dari mahluk tak kasat mata yang bernama ‘Novel Coronavirus (COVID-19)’ yang membuat dunia ini kacau balau, ya walaupun ada atau tidaknya, benar atau salahnya tentang pandemi ini, kita hanya bisa berdoa aja supaya selalu diberikan kesehatan dan keselamatan. Duh, kenapa jadi serius gini ya LOL.

Beberapa bulan yang lalu cara bekerja kita berubah total, yang tadinya anak kantoran, sekarang menjadi anak koloran (yang bekerja dari rumah dan bisa menggunakan kolor) yang walaupun ketika melakukan Video Call Meeting atasan menggunakan baju kemeja perlente tetapi tetep donk bawahan nya pakai kolor, LOL. Ya, mungkin bagi beberapa orang perubahan itu menjadi hal yang baru bagi mereka, tetapi tidak buat ku, sebagai yang katanya anak IT, hal tersebut merupakan hal yang biasa, kita dari dulu juga sudah seperti itu, walaupun kita berangkat ke kantor kita pun jarang menggunakan baju-baju yang formil, kaos polos tak bermerek dan celana pendek atau cuman pakai sarung pun boleh. Karena yang terpenting itu kita nyaman dan bisa berkreasi dengan baik.

Nah, bagi sebagian besar anak-anak IT kayak aku ini, Olahraga merupakan sesuatu yang sedikit menakutkan, karena sudah terlalu nyaman hampir 18jam di depan laptop, melakukan segala hal yang bisa kita dapatkan hanya dengan mengetikan apa yang ada di pikiran kita, makanya ketika mendengar kata olahraga, itu merupakan bukan sesuatu pilihan. Tapi, olahraga itu sebenarnya sebuah pilihan kok. Karena sehat itu juga sebuah pilihan, terlihat sehat belum tentu sehat kan. Sebenarnya aku sendiri juga dari dulu berolahraga walaupun cuman seperti pandemi yang datang dan pergi, sama aja kadang rasa semangat itu ada dan rasa malas itu lebih ada. LOL.

Ketika banyak pekerjaan yang menjadi lebih sedikit dimasa-masa sekarang ini menjadi olahraga pilihan yang bagus untuk mengisi kekosongan. Sebenarnya banyak pilihan berolahraga untuk masa-masa pandemi seperti sekarang. Tapi karena kita takut untuk beramai-ramai, jadi banyaknya pilihan itu menjadi sedikit pilihan, yang terbesit di benak ku sih cuman lari dan bersepeda, ya cuman itu, mungkin masih banyak yang lainnya tapi karena aku terlalu malas untuk mencari apalagi yasudah itu aja sudah cukup kali ya. LOL. Untuk bersepada sendiri di masa sekarang ini booming sekali, yang dulunya jalanan ramai akan sepeda motor sekarang ramai akan sepeda motor pula, haha. Banyak banget toko-toko sepeda yang menolak rejeki dari para pembeli, ya bukan menolak kali ya karena memang sepeda sendiri susah untuk di dapatkan.

Awal untuk menjadikan bersepada pilihan utama untuk berolahraga sebenarnya bukan karena pandemi sih, tapi gak tau kenapa kok ya berbarengan gini, jadi kayak ikut-ikutan gitu, haha. Ya terserah dah mau bilang apa. Tapi juga ada rasa takut dan rasa malas sebenarnya yang hampir tak terlihat. Karena sudah sering terjadi dan hanya akan bertahan beberapa bulan saja.

Akankah bersepeda ini akan berlanjut untuk bulan-bulan kedepan atau kah hanya untuk sesaat, seperti yang sudah-sudah terjadi. Mari kita lihat aja kedepannya bagaimana, untuk sekarang – sekarang ini sudah rutin.

I hope ‘this is the way’ seperti kata suku Mandalorian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *